Wednesday, November 25, 2009

20 Perempuan Indonesia Meninggal Setiap Hari (Kanker serviks bagian 2)

Setiap dua menit seorang perempuan di dunia meninggal akibat kanker serviks/kanker leher rahim. Sedangkan di Indonesia, diperkirakan 20 perempuan meninggal setiap hari karena kanker leher rahim. Kanker jenis ini merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia.

“Itu berdasarkan data Badan Yayasan Kanker Indonesia,” kata Dr. Zulkarnain H. Sp.O.g. dari RSUAM saat Seminar Nasional yang bertajuk Peduli dan Berbagi, Pelita bagi Mereka. Seminar digelar Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Lampung di Balai Keratun, Kamis, 22/5-2008.

Dari data yang pernah dihimpun oleh YKI dari 13 rumah sakit di Indonesia, ditemukan bahwa dari 10 jenis kanker paling banyak diderita di Indonesia, kanker rahim dan payudara menduduki angka tertinggi, yaitu 4.283 dan 2.993. Fakta ini membuktikan kaum perempuan merupakan golongan paling berisiko terkena kanker dibanding lelaki.

Zulkarnain mengatakan dampak kanker serviks pada perempuan dimulai pada usia produktif antara 30 sampai 50 tahun. Dalam hal itu, yang bersangkutan juga memiliki gangguan kualitas hidup psikis dan kesehatan seksual.

“Ini pengaruh pada perawatan, pendidikan anak, dan suasana kehidupan keluarga serta dampak sosial dan ekonomi/finansial,” kata dia.

Faktor penyebab terjadinya kanker leher rahim pada perempuan di antaranya karena menikah muda, kehamilan yang sering, merokok, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, dan infeksi menular seksual.

Gejala yang ditimbulkan dari awal kanker serviks/lehar rahim kebanyakan infeksi berlangsung tanpa gejala. Apabila kanker sudah mengalami progresif/peningkatan, akan muncul gejala seperti pendarahan pada organ kewanitaan, keputihan (bercampur darah dan berbau), nyeri panggul, dan tidak dapat buang air kecil.

Kanker serviks/leher rahim kebanyakan diketahui sebagian perempuan setelah berstadium lanjut. Gal ini justru dapat mengakibatkan kerugian bagi organ tubuh di sekitarnya dan dapat menyebabkan kematian.

Menurut Zulkarnain, pencegahan kanker leher rahim bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan pengetahuan/pendidikan mengurangi perilaku seksual risiko tinggi. Kedua dengan vaksinasi untuk pencegahan infeksi dan deteksi dini terhadap infeksi kanker leher rahim.

Ketua Umum YKI Dr. P.P. Gultom mengatakan sebagian besar penyakit kanker menyerang alat reproduksi wanita. Penyebab utama wanita terserang pap smear/kanker leher rahim, di antaranya mulai melakukan hubungan seks pada usia muda, sering berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan alat pengaman, sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, kebiasaan merokok, dan kekurangan vitamin A, C, dan E.

Selain itu, kanker juga bisa terjadi pada laki-laki perokok aktif, yakni dengan munculnya kanker paru-paru yang mematikan. Sebab, rokok dapat membahayakan kesehatan.

“Untuk itu, lembaga kesehatan dapat mengembangkan pengetahuan pada masyarakat tentang bahaya rokok,” kata Gultom. Dengan adanya lembaga YKI di Lampung, paling tidak membantu mengurangi tingkat kematian akibat penyakit kanker.

Seminar diikuti sekitar 400 orang dari IDI wilayah Lampung dan perwakilan dari BKKBN kabupaten/kota. Seminar digelar dalam rangka memperingati HUT YKI ke-31. Tujuannya, menyebarluaskan informasi pada masyarakat baik di lingkungan, lembaga untuk mencegah kanker yang dihinggapi kaum wanita di Provinsi Lampung, sekaligus membentuk dan mengaktifkan kembali 11 cabang yayasan kanker yang ada di kabupaten/kota.

Selain itu juga membantu masyarakat untuk mengatasi permasalahan penyakit kanker dan memberikan penanggulangan serta deteksi dini bagi masyarakat. Tujuannya, membangun kesehatan demi mencapai kesejahteraan di lingkungan. (ant/ly)

Sumber :

http://www.rileks.com/lifestyle/trendz/women/11102-20-perempuan-indonesia-meninggal-setiap-hari-karena-kanker.html

[Via http://ceritakasih.wordpress.com]

No comments:

Post a Comment